Perjalanan Panjang PCPM 32 BI (Intisari)

Yap, setelah vakum selama hampir 2 tahun akhirnya berusaha untuk menyempatkan waktu menulis lagi. Rasanya kurang enak jika membuat rangkaian cerita yang belum terselesaikan dengan baik. Big thanks to my colleague, Irman Faiz, one of my inspiration to be a good central banker. Karena dia juga lah yang “menampar” saya untuk segera menyelesaikan cerita ini, hehe, apalagi di saat momen yang sangat tepat dengan proses rekrutmen PCPM 33 yang saat ini sedang berlangsung dengan Experd sebagai rekanan Bank Indonesia.

Jadi, menanggapi banyaknya pertanyaan yang mungkin menyasar rekan-rekan saya PCPM BI Angkatan 32 dan kebanyakan adalah pertanyaan yang sama, disini saya hanya berusaha membantu memberikan gambaran dan mungkin sedikit tips dari sudut pandang pribadi. Satu lagi, dalam hal rekrutmen PCPM 33 ini mungkin akan ada sedikit perbedaan dari segi konten atau pengemasan soal-soal, karena PCPM 32 penyelenggaranya adalah PPM Manajemen, sedangkan sekarang adalah Experd (sama seperti PCPM 31). Oke kita mulai saja dengan memberikan sedikit review dari tahap administrasi hingga nantinya tahap terakhir yaitu wawancara.

  1. Registrasi Online dan Seleksi Administrasi
    Dalam tahap registrasi dan seleksi administrasi ini kuncinya adalah persiapkan berkas dan lengkapi setiap persyaratan sesuai dengan apa yang telah diinstruksikan oleh penyelenggara di Website. Jika ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk menghubungi pihak penyelenggara. Ada satu grup di telegram yang di dalamnya kamu bisa berdiskusi dan saling bertukar pikiran dengan peserta lain, tidak hanya mengenai soal-soal apa yang bakal keluar di tes, tapi juga teknis pelaksanaan tes juga (misalnya mencari tempat penginapan terdekat dengan lokasi tes). Meski saya sudah tidak tergabung di grup itu, tapi saya masih kepo-kepo juga, hehe. Monggo dicek di¬†https://t.me/allaboutBI. Saya tidak dapat berkomentar banyak disini, tapi yang jelas “Selamat untuk rekan-rekan calon PCPM 33 yang sudah lolos di tahap seleksi administrasi ini”. ūüôā
  2. Tahap 1: Tes Potensi Dasar
    Tes Potensi Dasar? sepertinya tidak asing. Yap, memang tidak asing. Kalian pasti sudah tidak asing dengan tes ini, karena pada saat ujian masuk universitas pun juga sudah menemuinya. Bedanya? mungkin cakupan tesnya kadang ada yang jarang dimunculkan. Berikut ini yang mungkin bisa menggambarkan:

    • Perhitungan matematika dasar (operasi pembagian, perkalian, pecahan, perbandingan) : “sepertinya mudah”, tapi eits¬†tunggu dulu, seinget saya ya dengan soal sekitar 25-an, hanya diberikan sekian menit. Secara rumus perhitungannya saya yakin semuanya pasti bisa, namun kuncinya adalah seberapa cepat kalian berhitung.
    • Deret matematika: soal mainstream, tapi ingat polanya tidak akan selalu mainstream.
    • Logika: kurang lebih penarikan kesimpulan dari beberapa premis dengan modus ponen, tollens, dsb
    • Analogi verbal: kurang lebih semacam memilih kata yang antonim dan sinonim
    • Penalaran: ini soal butuh berpikir keras sih, misalnya ada 5 orang (A,B,C,D,E). A dan B harus duduk bersama, C harus duduk di sebelah kiri B, dan bla bla bla. Pertanyaannya, E duduk di sebelah mana? Ya begitulah, hehe
    • Rotasi bangun datar dan bangun ruang: ini soal juga mainstream, pasti sudah pada tahu kan ūüėÄ
    • Menyusun bangun datar menjadi bangun ruang: soal paling mainstream-nya adalah menyusun kubus yang dibuka dengan beberapa pola gambar di sisi-sisinya. Bagiamanakah bentuk pola gambarnya pada kubus jika sudah disusun.
    • Menyusun bangun ruang utuh dari pecahan bangun ruang: ini agak anti-mainstream, karena yang disusun adalah gambar 3D menjadi gambar 3D yang utuh.
    • Memilih bagian yang hilang dari bangun ruang (3D), hampir sama dengan soal di atas, namun ini memilih bagiannya yang hilang yang tepat untuk mengisi ruang yang kosong.
    • Dan lain-lain yang saya mungkin sudah lupa, tapi seingat saya memang soal terkait gambar dan pola-pola ini banyak bermunculan.
  3. Tahap 2: Tes Kebanksentralan, Tes Pengetahuan Sektoral/Ekonomi Terkini, dan Tes Bahasa Inggris
    Tes ini cukup menantang bagi rekan-rekan yang mungkin tidak mempelajari secara dalam terkait ilmu ekonomi dan kebanksentralan. Well, di tahap tes kebanksentralan ini jangan dianggap remeh, khususnya tentang Bank Indonesia dengan seluk beluknya. Kenapa begitu? karena kalian harus mengenal secara dalam apa sih Bank Indonesia itu? Siapa sih Dewan Gubernur itu dan siapa saja anggotanya? Tugas dan fungsinya Bank Indonesia itu ngapain saja sih? Apa UU yang mendasari pelaksanaan tugas dan fungsi Bank Indonesia? Apa sih inflasi? Kenapa Bank Indonesia harus mengendalikan inflasi? Apa saja yang dilakukan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi? Uang Rupiah siapa yang mencetak sih, Bank Indonesia atau Peruri? Uang itu jenisnya apa saja? Apa sih motif masyarakat memegang uang? daaaannnn masih buanyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya. Silahkan mempelajari materinya disini ya https://www.bi.go.id/id/tentang-bi/bi-dan-publik/kebanksentralan/Documents/Materi%20KEBANKSENTRALAN%20BI.pdf. Dan jika ada pertanyaan yang mana yang keluar di soal, silahkan ditebak-tebak sendiri karena banyak pertanyaan yang pastinya keluar dari sana (bisa dibilang hampir semuanya, saya sendiri butuh waktu seminggu untuk belajar karena buta sama sekali dengan kebanksentralan, bahkan waktu ujian masih banyak salah menjawab *sedikit curhat*).
    Selanjutnya adalah tes ekonomi terkini, kalau ini sih banyak-banyaklah ter-update dengan perkembangan ekonomi terkini. Tips dari saya, banyak baca dari berita-berita yang di-tag “Bank Indonesia” dan hal-hal terkait kondisi makroekonomi. Misalnya apa nama Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia yang baru diimplementasikan pada Agustus 2016? berapa target inflasi Bank Indonesia pada tahun 2018? berapa cadangan devisa kita saat ini? Bank Indonesia baru saja mengeluarkan uang rupiah emisi baru, ada berapa jenis pecahan dan apa saja gambar di masing-masing jenis pecahan? daaannnn masih banyak lagi. Silahkan banyak baca juga dari¬†http://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Default.aspx dan¬†http://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Default.aspx.
    Untuk tes Bahasa Inggris sepertinya sudah tidak asing, yang diujikan disini pastilah reading and writing. Kurang lebih tesnya akan sama dengan tes TOEFL “structure and written expression”¬†dan¬†“reading comprehension”.¬†Untuk subtes¬†“structure and written expression”, tipsnya adalah kerjakan yang paling mudah terlebih dahulu, jangan stuck di satu soal dengan berpikir terlalu lama. Kurang lebih isinya terkait tenses, grammar, dll. Sementara untuk subtes¬†“reading comprehension” akan disajikan banyak bacaan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawahnya. Tentunya jika tidak sigap akan menyita banyak waktu hanya untuk membaca bacaannya. Ini sedikit tips meskipun setiap orang punya cara yang berbeda-beda, kalau saya membaca scanning bacaannya secara sekilas, kemudian lihat soalnya, baru melihat kembali di bacaan untuk mencari jawabannya.
  4. Tahap 3: Tes Psikologi Tertulis, Wawancara Psikologi, Leaderless Group Discussion
    Tes psikologi tertulis ini secara umum selalu sama dimana-mana. Diantaranya:

    • Tes menghitung dalam kertas koran dengan bejibun banyak banget angkanya, biasa disebut Tes Kraepelin atau Pauli (hanya beda sistem scoring-nya)
    • Tes menggambar pada 8 kotak yang telah disediakan sedikit gambar untuk memulainya seperti gambar di bawah ini lalu nanti memberikan nomor urut sesuai urutan menggambarnya. Tips dari saya, jangan melakukannya secara urut dari kiri ke kanan atau kanan ke kiri, karena kalau tidak salah saya pernah baca penilaian psikolog untuk orang yang menggambar dengan pola seperti itu adalah orang yang terlalu kaku. Namun juga jangan terlalu ngawur, kenapa? karena penilaian psikolog nantinya orang ini terlalu bebas dan kurang bisa diatur. Terlepas dari benar atau salah apa yang telah saya baca di atas itu, tips dari saya adalah gambarlah dengan urutan tidak seperti yang saya katakan tadi. Jadi bagaimana urutannya? Ikuti saja feeling-mu. ūüôā
      Selain itu, untuk gambar-gambar yang dimulai dengan pola kaku (gambar kotak, garis, dll), cobalah untuk menggambar benda mati. Sementara untuk pola yang curve¬†atau bergelombang, cobalah untuk menggambar benda hidup. Tips ini bisa diikuti atau tidak kembali kepada diri teman-teman, ini hanyalah apa yang telah saya lakukan di tes sebelumnya meskipun terkesan memaksakan. Bukankah Tes Psikologi untuk mengetahui seperti apa kita yang sebenarnya? ūüôāTips TRIK Lulus Cara Mengerjakan Tes WARTEGG ( Melengkapi Gambar ) wartegg
    • Tes menggambar orang dan memberikan deskripsi seperti apa orang yang ada di gambarmu itu. Sebagai tips, saya dulu menggambarkan diri sendiri dengan kelebihan yang dimiliki. Jujur saya bukan orang yang bisa menggambar, jadi bahkan untuk tes seperti ini saya belajar menggambar terlebih dahulu. Ingat, jangan terlalu banyak mengulang goresan pensilmu apalagi tidak diperbolehkan menghapus, karena menurut teori psikologi katanya orang seperti itu adalah orang yang ragu-ragu. Tunjukkan bahwa kalian adalah orang yang tegas.
    • Tes menggambar pohon. Di dalam tes ini, tidak diperbolehkan menggambar tanaman yang monokotil, dan bla bla bla yang saya sendiri tidak ingat aturan bakunya (cek mbah Google). Tapi yang jelas, tips dari saya adalah tanaman yang digambar harus memiliki akar yang kokoh, batang yang besar, cabang yang cukup banyak dengan daun dan buah yang banyak.
      jelinfo-pohon-psikotest.jpg

      Wawancara Psikologi, disini saya hanya mengikuti alur dengan apa yang telah ditanyakan oleh psikolog. Wawancara dilakukan secara one on one, jadi persiapkanlah dirimu yang terbaik bahkan dari hal yang terkecil. Setiap gerak gerik dan penampilanmu akan dibaca dan dinilai oleh psikolog. Jadi tips yang bisa saya berikan adalah: gunakan pakaian kemeja dan celana/rok hitam yang rapi, untuk cowok jangan lupa rapikan rambut (jika perlu pakai krim rambut dan sisir rapi), untuk cewek jika berambut panjang dapat dikuncir yang rapi atau jika menggunakan jilbab, gunakan jilbab yang rapi (jangan badai kemana-mana ūüėÄ ), untuk kosmetik silahkan digunakan tapi tidak perlu menor sekali, gunakan parfum, semir sepatumu, intinya dari atas sampai bawah secara penampilan jangan sampai terlewat. Saat menuju tempat wawancara (biasanya terdapat 2 kursi yang saling berhadapan), jangan langsung duduk, jabat tanganlah psikolognya dengan senyuman paling manismu dan ucapkan salam atau standar “selamat …”. Jika sudah dipersilahkan duduk baru duduk. Bagaimana kalau tidak segera dipersilahkan duduk? Ya setidaknya tunggu beberapa saat baru duduk, tapi ini kecil kemungkinan sih. Yakali gak disuruh-suruh duduk ūüėÄ
      Pertanyaan pada awalnya standar sih, disuruh memperkenalkan diri. Ingat! First impression itu penting, utarakan yang perlu diperkenalkan tapi jangan lebay. Setelah perkenalan, psikolog akan menyodorkan beberapa pertanyaan seputar dirimu. Apa kelebihan kekuranganmu? Baru lulus kuliah apa sudah kerja sebelumnya? Dulu selama menjadi mahasiswa apa saja kesibukannya? Aktif di kegiatan kemahasiswaan atau kepanitiaan apa engga? Apa tantangan selama menjadi panitia, jika ada masalah bagaimana kamu menghadapinya? Jika sudah kerja sebelumnya, dulu kerja dimana, posisi sebagai apa, jobdesc apa saja, dll.
      Penilaiannya gimana? Hanya vendor (psikolog), BI, dan Tuhan yang tahu.

      Leaderless Group Discussion, kurang lebih sama dengan kelompok diskusi kecil dengan beberapa orang di dalamnya (sekitar 5-6 orang). Ingat! ini leaderless, tidak ada moderator sama sekali. Psikolog hanya memantau di luar lingkaran untuk memantau dan menilai jalannya proses diskusi. Di awal, kalian tidak akan tahu topik apa yang akan dibahas, yang jelas setelah duduk melingkar akan disodori kertas yang berisi topik bahasan diskusi. Selama beberapa menit, kalian akan diberikan waktu untuk membaca dan memahaminya terlebih dahulu. Setelah itu? Diskusi pun dimulai. Sebagai tips, ambillah bagian dengan memulainya sebagai pengarah diskusi (Lagi-lagi, ingat!! ini sebagai pengarah, bukan pimpinan diskusi, jika terlihat terlalu mendominasi maka jeblok nilainya). Karena dalam sekian menit waktu yang diberikan untuk diskusi, pada akhirnya nanti harus ada kesimpulan yang dapat ditarik. Cobalah untuk menggilir jawaban dari satu orang ke orang yg lain. Usahakan rata. Dalam LGD ini, bukan 1 orang lawan yang lainnya. Bisa jadi kalau jalannya diskusi mulus dan lancar serta menghasilkan kesimpulan yang baik secara tepat waktu, maka bukan tidak mungkin seluruh anggota kelompok dalam grup diskusi itu lolos semua.

  5. Tahap 4: Seleksi Kesehatan dan Psikiatri (To be continued)
  6. Tahap 5: Seleksi Wawancara Akhir (To be continued)

Perjalanan Panjang PCPM 32 BI (Part 3)

Akhirnya saya bisa sempatkan untuk menulis lagi, setelah selama hampir seminggu ribet dengan persiapan dokumen untuk persiapan daftar ulang. Nah, setelah di post sebelumnya membahas tentang persiapan tahap 1: seleksi potensi dasar, kali ini saya akan membagikan pengalaman saya terkait tes tahap 2: pengetahuan kebanksentralan, ekonomi terkini, dan bahasa Inggris. Untuk tes kebanksentralan dan ekonomi terkini dijadikan satu, sedangkan bahasa Inggris terpisah sendiri, sehingga dalam sehari terdapat 2 sub tes. Disini akan saya bahas satu persatu.

Read More »

Perjalanan Panjang PCPM 32 BI (Part 2)

Post¬†yang akan saya bagikan kali ini akan menceritakan kelanjutan pengalaman saya sebelumnya¬†yang membahas tahap registrasi online dan seleksi administrasi.¬†Tahap berikutnya adalah seleksi potensi dasar. FYI,¬†selama proses pelaksanaan seleksi PCPM BI ini,¬†pada awalnya saya mencari tahu informasi-informasi di salah satu thread Kaskus yang membahas khusus rekrutmen PCPM Bank Indonesia 2016. Untuk¬†link-nya dapat Anda cek disini. Namun, karena dirasa kurang fleksibel untuk¬†memantau setiap¬†update, kemudian ada informasi jika ada grup chat¬†Telegram-nya.Read More »

Perjalanan Panjang PCPM 32 BI (Part 1)

Akhirnya setelah intro yang cukup panjang di post sebelumnya (dapat Anda cek di sini). Kali ini saya akan bercerita pengalaman ketika seleksi awal. Namun akan saya jelaskan terlebih dahulu ada tahap-tahap apa saja yang ada di seleksi PCPM ini. Tahap-tahap tersebut antara lain:

  1. Registrasi Online dan Seleksi Administrasi
  2. Tahap 1: Seleksi Potensi Dasar
  3. Tahap 2:
    • Tes Kebanksentralan
    • Tes Pengetahuan Sektoral/Ekonomi Terkini
    • Tes Bahasa Inggris
  4. Tahap 3:
    • Tes Psikologi Tertulis
    • Wawancara Psikologi
    • Leaderless Group Discussion
  5. Tahap 4: Seleksi Kesehatan dan Psikiatri
  6. Tahap 5: Seleksi Wawancara Akhir

Jadi untuk cerita part 1¬†kali ini, hanya saya ceritakan pengalaman dari registrasi online dan seleksi administrasi.¬†Read More »

Perjalanan Panjang PCPM 32 BI (Intro)

Bagi warga negara Indonesia, siapa yang tidak tahu bank yang satu ini. Yap, adalah Bank Indonesia yang biasa disingkat dengan BI, selain itu juga dikenal sebagai bank nya para bank-bank di Indonesia. Sebagai satu-satunya bank sentral di Indonesia, BI memiliki peranan penting dalam sektor perekonomian negara, terutama dengan kebijakan moneternya.

Sebagai informasi, jujur saya adalah orang IT yang sebelumnya tidak terlalu mengenal ilmu ekonomi. Jadi, nothing to lose saja ya ikutan rekrutmen PCPM ini. Mohon maaf kalau misalkan ada yang kurang tepat dalam penyampaiannya.

Read More »

XII IPA 4 a.k.a Kupat Lontong

Ahh, kelas XII, tak terasa pucuk dari SMA ini terlampaui juga. Sekedar ingin mengulas balik kenangan-kenangan terakhir masa SMA, hehe. Kelas XII IPA 4 yang aku huni bersama para pelawak ini memang unik tapi asik. Canda tawa mereka selalu bikin suasana kelas selalu ceria dan heboh.

kupat lontong logo
Sorry kalo logonya alay, namanya juga anak SMA, khilaf

“KUPAT LONTONG”, nama yang cukup unik, diambil dari sebuah makanan yang biasanya disajikan pada momen-momen istimewa kayak Hari Lebaran. Singkatan dari “KUmpulan duabelas ipa emPAT suka LONTONG nyelonong“, hehe, salah ding, maksudnya suka tolong menolong. Ntah itu menolong pas lagi berbagi makanan, berbagi cerita, berbagi jawaban sampe berbagi cinta (lho?!). Semboyan kita kalo lagi ulangan ni “BERSAMA KITA BISA”, hahaha (bercanda, jangan diseriusin).

Read More »